Senin, 26 November 2012

Domentor Versi Palembang

Domentor yang biasa ada di film Harry Potter kini hadir di kota Palembang. Zuupeer sekali yah!!
Azkaban, ya itulah adalah tempat dikurungnya Domentor agar tidak merebut kebahagiaan para manusia. Entah Domentor kali ini sangat serupa tapi bedanya dia bisa berkeliaran bebas di kota Palembang, tentunya di kampus PalComTech Basuki.

Pas bangun tidur hmmm.. rasanya bersyukur banget atas nikmat yang diberikan Allah swt, pa lagi pas liat sms dari Dinas Perhubungan Palembang yang memberi kabar  klo besok saya ikutan penyaringan tahap ke-2 setelah menunggu dari proses awal selama kurang lebih 1 bulan. Bahagia banget pas baca smsnya, ga nyangka biasanya ga lulus di tahap administrasi eh sekarang bisa lulus. Sontak rasa bahagia ini langsung mengubah rasa kantuk yang hampir tiap hari datang menghampiri ketika ibu membangunkan. Padahal waktu tidurku bisa dihitung dengan tangan, yakni hanya 4 jam saja pemirsa.

Tapi ada nih yang bikin sakit hati pas Domentor menyerang dan merebut kebahagiaan. Beberapa menit sebelum saya menulis blog ini. Tepatnya hari ini saya wajib mengikuti ujian tengah semester dengan mata kuliah Praktek Bahasa Pemrograman 3 sebagai salah satu syarat agar saya bisa lulus dari mata kuliah ini.
Dibantai tanpa bisa mengelak Si Domentor ini langsung memberi saya nilai 50. Alasan saya yang ga masuk minggu kemarin yang mempengaruhi tugas saya juga ga ada diskon, dan hasil susah payah saya yang bisa dibilang semalaman buat tu tugas (mulai buat tugasnya jam 22.30 wib - 01.30 dini hari) juga ga ada impactnya. Aduhhh susah deh klo punya dosen yang bisa di bilang dari awal udah kayaknya ga suka dan sering menyebut nama Fatmawati (nama lengkap saya) setiap memberikan pertanyaan. Emk dikira kita punya semua jawaban kayak mbah google apa, dikit-dikit Fatmawati..Pliss deh emk semua absen namanya Fatmawati?

Yang lebih buat sakit hati lagi Si Domentor klo sama mahasiswa lain tuh baik banget, malah pas maju buat jelasin tugas yang udah dibuat mirip banget dengan sosok ayah yang mengayomi anaknya. Domentor say : " Coba nanti klo sempet main-main ke perpustakaan dan baca-baca lagi tentang tugasnya". Uhhh..bukan maksud hati mengeluh atas ketidak-adilan yang diberikan tapi aneh aja koq sial banget yagh!!

Tapi setelah saya pikir-pikir ya klo emk keputusan dan hasil akhir menentukan saya harus mengulang mata kuliah ini saya ikhlas dunia akhirat (cuma sedikit menggerutu di dalam hati).
Rasanya tuh klo makan es krim yang masih dingin tuh ngilu banget sampe ke ubun-ubun.

Do'a untuk Saya dan Sang Domentor :
"Ya Allah semoga Avatar segera mengarah ke kota Palembang sehingga tidak perlu repot mencari musuh sampai ke negara api, karena hamba sudah tidak bisa menghadapi Domentor yang terus menyerang dan mencari mangsa untuk direbut kebahagiaannya. Ya Allah ubah pola pikir Domentor sehingga dia segera bertobat dan menjadi ustadz. Amin."

Jumat, 09 November 2012

Liburan di Kota Pagaralam

Pagaralam adalah sebuah kota yang terkenal akan kebun teh dan cuacanya yang dingin. Kota yang sejak dulu ingin saya kunjungi ini akhirnya bisa saya wujudkan ketika saya bekerja di kantor baru.

Sejak bergabung di kantor ADV Production saya merasakan perubahan yang sangat drastis dari pekerjaan saya sebelumnya. Dunia yang biasa saya gandrungi berubah yang awal mulanya saya bekerja sebagai seorang regional sales sekarang berubah menjadi seorang finance sekaligus project officer. Sempat kaget, teman yang dulunya sama-sama menjadi pekerja di kantor lama saya, kini berubah juga menjadi seorang owner dan tentunya saat ini dia menjadi pimpinan saya.
Hanya 2 bulan sejak saya bekerja, saya dan teman-teman lainnya mendapat sebuah paket liburan di Kota Pagaralam. Kebetulan sekali posisi saya saat itu memang ingin sekali me-refresh otak saya yang sempat mengalami tekanan karena perubahan pekerjaan.

Pada 20 September 2012 saya dan teman-teman memulai perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi perusahaan. Berbekal makanan seadanya kami melakukan perjalanan pada malam hari dengan target esok hari kami tiba di kota Pagaralam dan dapat beristirahat disana. Sempat mengalami beberapa gangguan seperti, lampu jarak jauh mobil kami yang tiba-tiba mati, posisi perut yang mulai kosong sehingga kami harus mencari tempat makan untuk menghindari penyakit setiba kami di tempat liburan, serta penglihatan makhluk halus yang hampir membuat mobil kami oleng.

Singkat dan tidak terasa kami sampai di kota Pagaralam kami pun tidak melewatkan kesempatan untuk langsung menikmati suasana kota yang belum pernah kami kunjungi bersama-sama walaupun sesampai disana kami tidak bisa menghindari lelah yang mewajibkan kami untuk segera beristirahat.

Hari kedua liburan kami, saya dan teman-teman memutuskan untuk mendaki gunung dempo. Gunung yang letaknya tidak jauh dari penginapan kami ini langsung kami jadikan sasaran pas untuk mengawali liburan kami kali ini. Tak banyak persiapan dan pemanasan yang kami lakukan, kami langsung mendaki gunung yang asumsi kami tidak terlalu tinggi. Akan tetapi tak berapa lama, kurang dari 15 menit kami memutuskan untuk turun dan pulang karena posisi kami lupa membawa bekal. Ketika perjalanan pulang ke penginapan saya dan teman-teman tak ingin melewatkan kesempatan untuk berbelanja sayur-sayuran segar dari petani-petani untuk dibawa pulang ke kota Palembang.

Hari ketiga, kami manfaatkan untuk berfoto bersama di kebun teh dan beberapa tempat yang menurut kami bagus untuk dijadikan sebuah background foto.


Hari keempat sekaligus hari terakhir, kesempataan ini tak kami lewatkan begitu saja. Dini hari kami sudah bersiap dan berkemas untuk perjalanan. Kami langsung mencari tempat dimana akan di adakan event Gudang Garam Off Road. Moment menyaksikan turnament mengemudikan mobil dengan tempat extream ini tentu kami abadikan dalam bentuk foto yang sempat menjadi foto profil Blackberry Messanger saya. Setelah turnament ini selesai saya berserta rombongan melanjutkan perjalanan pulang ke kota Palembang.


Liburan singkat ini tak akan saya lupakan dan akan terus saya kenang, dan next sasaran saya yakni raja ampat island yang berada di Papua.

Senin, 08 Oktober 2012

Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan varian dari bahasa Melayu dimana aksara pertamanya di temukan di pesisir pulau Sumatera. Di identifikasi bahwa bahasa Melayu atau Malayu menyebar ke wilayah Nusantara berkat penggunaannya oleh Kerajaan Sriwijaya yang menguasai jalur perdagangan sehingga bahasa Melayu bisa menyebar sampai ke Filipina dengan bukti di temukannya prasati Keping Tembaga Laguna.
Istilah bahasa Melayu atau Malayu di ambil dari Kerajaan Melayu, sebuah Kerajaan Hindu-Budha pada abad ke-7 di hulu sungai Batanghari Jambi. Pada abad ke-19 terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara yakni bahasa Melayu Pasar serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya.
Pemerintah kolonial Hindia-Belanda menyadari bahasa Melayu dapat digunakan untuk membantu administrasi di kalangan pegawai pribumi, sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat standarisasi bahasa dan promosi bahasa Melayu juga dilakukan di sekolah-sekolah yang didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Akibatnya terbentuklah "embrio" bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor.
Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa persatuan bangsa pada saat Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dimana penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin.
Perkembangan bahasa dan kesustraan Indonesia banyak di pengaruhi oleh sastrawan seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar.


Penyempurnaan Ejaan

Bahasa Melayu atau Indonesia mengalami beberapa tahapan yakni:
  •  Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan  ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Ejaan ini disusun pada tahun 1896 oleh Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Ibrahim. Pada tahun 1901 ejaan ini resmi diakui pemerintah kolonila dengan nama ejaan Van Ophuijsen. Ciri-ciri ejaan ini yaitu :
  1. Huruf i untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan harus disuarakan sendiri.
  2. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dan sebagainya.
  3. Huruf oe untuk menulikan kata-kata goeroe, itoe, moeda, oemoer, dan sebagainya.
  4. Tanda diakritik, seperti tanda koma ain dan tanda trema untuk menuliskan kata-kata ma'moer, 'akal, ta', pa', dan sebagainya.
  • Ejaan Republik
Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya dan dikenal sebagai ejaan Soewandi. Ciri-ciri ejaan ini yaitu :
  1.  Huruf oe diganti dengan huruf u pada kata-kata guru, itu, muda, umur, dan sebagainya.
  2. Bunyi hamzah ditulis dengan huruf k pada kata-kata tak, pak, dan sebagainya.
  3. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
  4. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
  • Ejaan Melindo (Melayu Indonesia)
Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya peresmian ejaan ini dibatalkan.
  • Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)
 Ejaan ini diresmikan pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia berdasarkan Putusan Presiden No. 57 Tahun 1972. 


 Penjelasan

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. Maksudnya ialah bahasa ini banyak menyerap kata dari bahasa lain, seperti bahasa Belanda,  Inggris, Arab, Sanskerta atau bahasa Jawa Kuno, Tionghoa, Portugis, Tail, Parsi, India, dan bahasa daerah lainnya. Bahasa Indonesia juga tergolong bahasa yang tidak menunjukkan gender, sebagai contoh kata ganti "dia" tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang tersebut laki-laki atau perempuan. Begitu juga dengan kata "adik" atau "pacar", untuk menunjukkan jenis kelamin pada kata tersebut dibutuhkan kata sifat seperti "adik laki-laki" atau "adik perempuan".
Bahasa Indonesia mempunyai banyak awalan, akhiran, maupun sisipan, baik yang asli dari bahasa-bahasa Nusantara maupun dipinjam dari bahasa-bahasa asing.


Create by : Fatmawati
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia